Viral Curhat Warga Medan ke Prabowo hina "Prabowo Anj***g" Istri menjadi Korban!!!

Oleh: Daffa khalil 26 February 2026, 21:10 Sosial & Budaya Dilihat: 221 kali
๐๐š๐ฅ๐š๐ซ.๐ง๐ž๐ฐ๐ฌ โ€“ Pusaran darurat narkoba di Kota Medan kembali mencuat ke permukaan, bukan melalui rilis data kepolisian, melainlewat teriakan frustrasi seorang warga biasa. Sebuah video yang diunggah akun @yogi_5399 viral dan telah ditonton lebih dari 722 ribu kali. Dalam unggahannya, seorang pria asal Medan Helvetia melontarkan keluhan keras sambil menyebut nama Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengaku telah berulang kali melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan serta peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya, namun laporan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti. Lebih tragis lagi, istrinya disebut menjadi korban pemukulan karena kerap menyuarakan persoalan narkoba di kawasan tersebut.

"Ini bukan sekadar keluhan biasa. Ini adalah alarm bahwa sistem kita gagal melindungi warganya yang berani melawan peredaran gelap narkoba," ujar pengamat kebijakan publik Universitas Sumatera Utara saat dihubungi Nalar.news.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari Polsek Medan Helvetia maupun Pemerintah Kota (Pemko) Medan terkait pengakuan pria tersebut. Keheningan institusi ini kontras dengan hiruk-pikuk pernyataan-pernyataan seremonial yang kerap digaungkan di atas kertas.

๐…๐ž๐ง๐จ๐ฆ๐ž๐ง๐š ๐†๐ฎ๐ง๐ฎ๐ง๐  ๐„๐ฌ: ๐€๐ง๐ญ๐š๐ซ๐š ๐Ž๐ฉ๐ž๐ซ๐š๐ฌ๐ข ๐’๐ž๐ฆ๐ฎ ๐๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š๐š๐ง ๐–๐š๐ซ๐ ๐š

Ironisnya, di hari yang sama dengan viralnya unggahan tersebut, beredar pula kabar mengenai operasi "Gerebek Sarang Narkoba" yang dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Medan Helvetia. Dalam operasi tersebut, aparat membakar barak-barak narkoba di bantaran Sungai Belawan.

Namun, aksi tegas di permukaan ini seolah menjadi tamparan bagi pengakuan warga yang justru merasa aparatnya "tuli". Aksi bakar barak yang bersifat sporadis dan temporal dinilai tidak cukup untuk memutus mata rantai darurat narkoba yang sudah mengakar. Masyarakat menilai, yang mereka butuhkan bukanlah operasi kejutan, melainkan respons berkelanjutan atas laporan yang sudah mereka layangkan sejak lama.

๐—Ÿ๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป, ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ผ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป
Kisah pria Medan Helvetia ini bukanlah kasus isolasi. Di berbagai sudut kota Medan, jeritan senada kerap terdengar namun tenggelam oleh hiruk-pikuk kota. Ia menceritakan bagaimana keberanian istrinya untuk bersuara mengenai dugaan peredaran narkoba di lingkungannya harus dibayar mahal dengan menjadi korban pemukulan.

๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ก๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ "๐—ฅ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฝ ๐—•๐—ฒ๐˜€๐—ถ": ๐—ฅ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ถ ๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ง๐—ฎ๐—ธ ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐˜‚๐˜๐˜‚๐˜€

Pengabaian terhadap persoalan hulu, yaitu peredaran dan penyalahgunaan narkoba, telah memicu eksplosi kriminalitas di hilir. Nalar.news sebelumnya melaporkan bagaimana darurat narkoba di Sumatera Utara dengan prevalensi pengguna mencapai 1,5 juta jiwa telah melahirkan fenomena "rayap besi" .

"Rayap besi" adalah julukan bagi para pecandu yang nekat mencuri material logam apa punโ€”mulai dari pagar rumah warga, besi penutup aliran parit, hingga kusen bangunan umumโ€”untuk dijual dan uangnya dibelikan narkoba.

Data Polrestabes Medan menunjukkan dalam operasi delapan hari pada Oktober 2025 saja, terdapat 26 kasus "rayap besi" dan 29 kasus narkoba. Keduanya mendominasi hampir 90% dari total kejahatan yang diungkap.

Seorang pria di Medan Tuntungan kepergok mencuri pagar besi di area pemakaman umum. Kepada polisi, ia mengaku uang hasil curian untuk membeli sabu-sabu.

Abdul Hakim (36) dan Budi Afrizal (44) ditangkap usai mencuri besi dan plat aluminium dari sebuah gudang di Jalan Sei Sikambing. Hasil interogasi menyebutkan uang dari aksi mereka dipakai untuk membeli narkoba dan bermain judi.

Fenomena "rayap besi" ini adalah bukti nyata bahwa narkoba telah menciptakan lingkaran setan kemiskinan dan kejahatan yang tak berujung. Namun, ironisnya, saat para pecandu di hilir ditangkap dan dipenjara, para bandar di hulu kerap lolos dan jaringan mereka tetap beroperasi karena laporan warga seperti pria Medan Helvetia ini tak digubris.

๐Š๐จ๐ญ๐š ๐Œ๐ž๐๐š๐ง: ๐ƒ๐š๐ซ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐๐š๐ซ๐ค๐จ๐›๐š, ๐ƒ๐š๐ซ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐Š๐ž๐š๐๐ข๐ฅ๐š๐ง

Provinsi Sumatera Utara bahkan disebut sebagai provinsi dengan prevalensi penyalahguna narkoba tertinggi di Indonesia. Angka fantastis 1,5 juta jiwa atau 10,49% dari total penduduk Sumut terpapar narkoba. Ini bukan lagi masalah kriminal biasa, melainkan ancaman terhadap eksistensi generasi penerus bangsa.

Namun di tengah angka darurat itu, response system yang ada justru berjalan pincang. Kapasitas rehabilitasi di Sumut sangat terbatas, hanya mampu menampung sekitar 1.000 orang per tahun. Artinya, jutaan pecandu tidak tersentuh rehabilitasi dan berpotensi menjadi "rayap besi" baru. Sementara itu, warga yang mencoba melaporkan akar masalahnya malah diabaikan dan keluarganya jadi korban.

Berita Terkait

Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Mulai Dicari, Ini Panduan dari Kemenag dan Muhammadiyah

Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Mulai Dicari, Ini Panduan dari Kemenag dan Muhammadiyah

Jadwal imsakiyah puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi mulai menjadi perhatian umat Islam di Indonesia....

09 Feb 2026 Sosial & Budaya
Lima WNA Nigeria Bersembunyi di Toren Apartemen Kemayoran, Diduga Terlibat Penipuan Daring Internasional

Lima WNA Nigeria Bersembunyi di Toren Apartemen Kemayoran, Diduga Terlibat Penipuan Daring Internasional

Mereka diduga terlibat dalam jaringan penipuan daring internasional dengan berbagai modus, termasuk love scamming dan expedition scamming, serta melakukan pelanggaran keimigrasian....

28 Jan 2026 Sosial & Budaya
Kericuhan Warnai Penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Keraton Solo

Kericuhan Warnai Penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Keraton Solo

Acara penyerahan Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diwarnai kericuhan setelah salah satu kerabat keraton, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, menyampaikan protes secara mendadak....

19 Jan 2026 Sosial & Budaya